Pariwisata seringkali dipersepsikan sebagai mesin penggerak ekonomi atau penghasil devisa bagi pembangunan ekonomi di suatu Negara, tanpa terkecuali di Indonesia. Namun, demikian pada kenyataannya, pariwisata memilki spectrum fundamental pembangunan yang lebih luas bagi suatu Negara.
Menurut Internasional Union of Official Travel Organization (IUOTO) menyatakan bahwa pariwisata mestinya dikembangkan oleh setiap Negara karena 8 alasan utama yakni:
1. Pariwisata sebagai factor pemicu perkembangan ekonomi nasional maupun internasional
2. Pemicu kemakmuran melalui perkembangan komunikasi, transportasi, akomodasi, jasa-jasa pelayanan lainnya.
3. Perhatian khusus terhadap pelestarian budaya, nilai-nilai social agar bernilai ekonomi
4. Pemerataan kesejahteraan yang diakibatkan oleh adanya konsumsi wisatawan pada sebuah destinasi
5. Penghasil devisa
6. Pemicu perdagangan internasional
7. Pemicu pertumbuhan dan perkembangan lembaga pendidikan profesi pariwisata maupun lembaga yang khusus yang membentuk jiwa hospitality yang handal dan santun
8. Pangsa pasar bagi produk local, sehingga aneka ragam produk terus berkembang.
Tentunya pemabangunan pariwisata diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk berusaha dan bekerja. Kunjungan wisatawan ke suatu daerah diharapkan mampu memberikan mamfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, harapannya adalah bahwa pariwista harus mampu member andil besar bagi daerah yang miskin potensi ekonomi lain selain potensi alam dan budaya bagi kepentingan pariwisata. Data dari UNWTO menunjukkan bahwa jumlah perjalanan wisata setiap tahunnya terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2020 akan
menembus angka 1,6 miliar orang per tahun. Tentunya hal tersebut merupakan peluang yang sangat besar bagi suatu daerah dan tidak dipungkiri pula pariwisata pada masa kini telah menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan masyarakat modern.
menembus angka 1,6 miliar orang per tahun. Tentunya hal tersebut merupakan peluang yang sangat besar bagi suatu daerah dan tidak dipungkiri pula pariwisata pada masa kini telah menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan masyarakat modern.
Khsusnya dengan melihat potensi pantai yang dimiliki oleh desa Pangi, bukan hal yang mustahil nantinya apabila kawasan pantai yang berada di sepanjang pesisir pantai Pangi akan menjadi wisata unggulan bagi Kab. Parigi Moutong.
Oleh sebab itu, selaku Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3) yang ditempatkan di Desa Pangi bersama dengan Pemerintah Desa dan Karang Taruna yang telah dibentuk berencana untuk mengembangkan kawasan pesisir pantai pangi menjadi objek wisata local dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sector ekonomi, social maupun budaya.
Tujuan
1. Memproteksi lingkungan, menjamin bahwa wisata menguntungkan penduduk local dan membantu pelestarian lingkungan.
2. Menjadikan Pantai Pangi sebagai wisata unggulan bagi Kab. Parigi Moutong
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan.
4. Meningkatkan peranan pemerintah daerah dalam pembangunan pariwisata Nasional.
5. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan kesadaran terhadap persoalan-persoalan lingkungan, social, budaya dan ekonomi untuk membuat produk-produk yang ramah lingkungan.
Paparan
Keanekaragaman hayati di wilayah pesisir dan laut meliputi keanakearagaman genetik, spesies dan ekosistem. Pengertian kenakeragaman hayati dan nilai manfaatnya baik secara ekonomis, sosial, budaya, dan estetika perlu memperoleh perhatian serius agar strategi pengelolaan keanekaragaman hayati pesisir dan laut sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Salah satu sumberdaya hayati yang beranekearagam, diantaranya adalah ekosistem terumbu karang, padang lamun, mangrove dan berbagai jenis ikan, serta potensi jasa lingkungan kelautan yang sangat prospektif mendukung perekonomian masyarakat pesisir yaitu pengembangan pariwisata bahari yang berkelanjutan.
Potensi sumberdaya pesisir dan laut yang melimpah, sampai saat ini masih belum mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat di wilayah pesisir Pantai Pangi yang berada di Kawasan Konservasi Teluk Tomini Sulawesi Tengah. Masyarakat masih bergelut dengan kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah dan kualitas kesehatan yang kurang baik serta cenderung dalam ketidakberdayaan menghadapi berbagai masalah kemiskinan dan rendahnya tingkat pemahaman terhadap pelestarian lingkungan, menjadi salah satu pembenaran tingginya ketergantungan masyarakat pesisir terhadap sumberdaya laut serta tidak memperhatikan kelestarian sumberdaya, sehingga dapat mengakibatkan penurunan fungsi, kualitas, dan keanekaragaman hayati.
Konservasi saat ini telah menjadi tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai harmonisasi atas kebutuhan ekonomi masyarakat dan keinginan untuk terus melestarikan sumberdaya yang ada bagi masa depan, oleh sebab itu selaku PSP3 yang ditempatkan di Desa Pangi saat ini bersama dengan pemerintah desa, pemuda dan masyarakat yang peduli terhadap kelestarian sejak bulan Desember 2013 hingga saat ini masih berupaya mengembalikan ekosistem laut dengan melakukan penanaman pohon pelindung seperti mangrove dan sejenisnya untuk mengurangi terjadinya abrasi pantai akibat cuaca ekstrim yang terjadi saat ini.
Kawasan pesisir pantai pangi yang masih tergolong alami dengan rawa pinggir pantai sepanjang 2 km merupakan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai objek Wisata Pantai Hijau (Green Beach). Ditunjang dengan lokasi yang sangat strategis yakni berada di jalur Segitiga Emas Sulawesi Tengah tepatnya di Desa Pangi Kecamatan Parigi Utara dan berjarak sekitar 400 meter dari jalur trans Sulawesi menjadi peluang yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai objek Wisata Pantai Hijau (Green Beach).

0 comments:
Post a Comment