Sunday, September 28, 2014

ROAD TO SAIL TOMINI 2015 "Pangi Beach"


Sail Indonesia adalah sebuah event pelayaran wisata kapal pesiar (Yacht) yang sudah berlangsung rutin tahunan sejak tahun 2003, diikuti oleh lebih dari 100 kapal layar dari mancanegara, berlayar selama lebih dari 3 (tiga) bulan di perairan Indonesia, menyinggahi lebih dari 20 Kabupaten/Kota pesisir. Sejak tahun 2010 event Sail Indonesia diadopsi dan dikolaborasikan dengan memperkenalkan nama lokal menjadi Sail Bunaken, Sail Banda, Sail Wakatobi Belitung, Sail Morotai, dan Sail Komodo.
Pada tahun 2014 ini baru saja telah usai dilaksanakan Sail Raja Ampat dan nantinya Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong mendapatkan kehormatan besar menjadi salah satu titik singgah kegiatan sail tersebut yakni “Sail Tomini 2015”.
Kehadiran kapal layar dalam jumlah banyak dengan membawa wisatawan asing ini menjadi peluang yang sangat besar untuk menarik investor asing untuk berivestasi di daerah tersebut. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah “sudah siapkah Kabupaten Parigi Moutong menyambut dan mensukseskan ivent tersebut...?”. Bercermin dari 2 kegiatan yang telah dilaksankan yakni Lintas katulistiwa dan FTT (Festival Teluk Tomini) masih terdapat kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan mulai dari kesiapan panitia lokal, lomba-lomba penunjang ivent, dan persiapan ivent yang terkesan mendadak. Tentunya kelemahan dan kekurangan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia penyelenggara nantinya untuk mempersiapkan dan mensukseskan Sail Tomini yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 nanti.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan tujuan pelaksanaan Sail Indonesia untuk pemberdayaan masyarakat setempat dengan memberikan pelatihan-pelatihan bermanfaat untuk memperkuat usaha kecil menengah demi pengembangan sebuah destinasi wisata. Bentuk UKM itu seperti kerajinan, tour wisata, hingga penyediaan akomodasi yang menunjang wisata juga sebagai implementasi pelaksanaan direktif tentang Percepatan Pembangunan yang mencakup Pengembangan Pertanian Terpadu, Pengembangan Perikanan dan Kelautan, Pengembangan Pariwisata, Peningkatan Infrastruktur, dan Penanganan Warga Baru. Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan dukungan untuk pengembangan wisata bahari akan diberikan setiap usai pelaksanaan Sail. "Kita perlu melihat apa yang perlu kita kembangkan lebih cepat lagi di satu daerah, sehingga kegiatan sail-sail ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya," katanya. (Republika.co.id)
Menyambut baik hal tersebut, Kepala Desa Pangi Bpk. Suadik Lumpati usai pelaksanaan FTT mengungkapkan “Kegiatan Sail Tomini yang akan dilaksanakan nanti merupakan peluang emas bagi kita untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengenjar ketertinggalan kita dari kabupaten-kabupaten lain khususnya desa-desa yang nantinya di tunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sail, oleh sebab itu kita harus betul-betul mempersiapkan Sail tersebut dari sekarang”.

Antusiasme Kepala Desa dan masyarakat Desa Pangi menyambut Sail tersebut tercermin dari partisipasi masyarakat dalam setiap bakti yang dilakukan setiap minggunya. Kepala Desa Pangi menambahkan bahawa setiap minggunya, seluruh warga Desa Pangi melakukan gotong royong membersihkan jalan-jalan masuk ke pantai pangi dan melakukan penataan di sepanjang pantai pangi.

0 comments:

Post a Comment