Sail Indonesia adalah sebuah event
pelayaran wisata kapal pesiar (Yacht) yang sudah berlangsung rutin tahunan
sejak tahun 2003, diikuti oleh lebih dari 100 kapal layar dari mancanegara,
berlayar selama lebih dari 3 (tiga) bulan di perairan Indonesia, menyinggahi
lebih dari 20 Kabupaten/Kota pesisir. Sejak tahun 2010 event Sail Indonesia
diadopsi dan dikolaborasikan dengan memperkenalkan nama lokal menjadi Sail
Bunaken, Sail Banda, Sail Wakatobi Belitung, Sail Morotai, dan Sail Komodo.
Pada tahun 2014 ini baru saja telah
usai dilaksanakan Sail Raja Ampat dan nantinya Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya
di Kabupaten Parigi Moutong mendapatkan kehormatan besar menjadi salah satu
titik singgah kegiatan sail tersebut yakni “Sail Tomini 2015”.
Kehadiran kapal layar dalam jumlah
banyak dengan membawa wisatawan asing ini menjadi peluang yang sangat besar
untuk menarik investor asing untuk berivestasi di daerah tersebut. Yang menjadi
pertanyaan sekarang adalah “sudah siapkah Kabupaten Parigi Moutong menyambut
dan mensukseskan ivent tersebut...?”. Bercermin dari 2 kegiatan yang telah
dilaksankan yakni Lintas katulistiwa dan FTT (Festival Teluk Tomini) masih
terdapat kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan mulai dari
kesiapan panitia lokal, lomba-lomba penunjang ivent, dan persiapan ivent yang
terkesan mendadak. Tentunya kelemahan dan kekurangan tersebut menjadi bahan
evaluasi bagi panitia penyelenggara nantinya untuk mempersiapkan dan mensukseskan
Sail Tomini yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 nanti.
Menteri
Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan tujuan
pelaksanaan Sail Indonesia untuk pemberdayaan masyarakat setempat dengan
memberikan pelatihan-pelatihan bermanfaat untuk memperkuat usaha kecil menengah
demi pengembangan sebuah destinasi wisata. Bentuk UKM itu seperti kerajinan,
tour wisata, hingga penyediaan akomodasi yang menunjang wisata juga sebagai
implementasi pelaksanaan direktif tentang Percepatan Pembangunan yang mencakup
Pengembangan Pertanian Terpadu, Pengembangan Perikanan dan Kelautan,
Pengembangan Pariwisata, Peningkatan Infrastruktur, dan Penanganan Warga Baru.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan
dukungan untuk pengembangan wisata bahari akan diberikan setiap usai
pelaksanaan Sail. "Kita perlu melihat apa yang perlu kita kembangkan lebih
cepat lagi di satu daerah, sehingga kegiatan sail-sail ini benar-benar dapat
dirasakan manfaatnya," katanya. (Republika.co.id)
Menyambut baik hal tersebut, Kepala
Desa Pangi Bpk. Suadik Lumpati usai pelaksanaan FTT mengungkapkan “Kegiatan
Sail Tomini yang akan dilaksanakan nanti merupakan peluang emas bagi kita untuk
meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengenjar ketertinggalan kita dari
kabupaten-kabupaten lain khususnya desa-desa yang nantinya di tunjuk sebagai
tuan rumah penyelenggaraan Sail, oleh sebab itu kita harus betul-betul
mempersiapkan Sail tersebut dari sekarang”.
Antusiasme Kepala Desa dan
masyarakat Desa Pangi menyambut Sail tersebut tercermin dari partisipasi
masyarakat dalam setiap bakti yang dilakukan setiap minggunya. Kepala Desa
Pangi menambahkan bahawa setiap minggunya, seluruh warga Desa Pangi melakukan
gotong royong membersihkan jalan-jalan masuk ke pantai pangi dan melakukan
penataan di sepanjang pantai pangi.